Shuhuf Musa

Dari Superpedia Rumah Ilmu Indonesia
Revisi per 10 Juni 2019 03.03 oleh Rezaervani (bicara | kontrib) (1 revisi diimpor)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Ingin Pasang Iklan di Superpedia ? Kontak kami di 081213208078

Bagian dari seri artikel Kristen tentang
Musa

Musa dan Israel
Sekilas Tentang Musa
Nama dan Julukan
TulahMujizatPelayanan

Musa dan Sejarah
Garis waktuKronologiTokoh
Kehidupan pribadi Musa
Budaya dan sejarah latar belakang

Musa dan Kekristenan
Peran Musa


Shuhuf Musa (bahasa Arab: صحف موسىṢuḥuf Mūsā) adalah bagian dari salah satu Shuhuf atau lembaran suci yang diyakini umat Islam sebagai lembaran-lembaran yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Ibrahim, untuk disampaikan kembali kepada umatnya.

Latar belakang

Dalam dua surah terutama dalam surah-surah Makkiyah, Shuhuf merujuk pada 'Daun, Gulungan, Journal' . Namun Abdullah Yusuf Ali dan Marmaduke Pickthall - mengartikan bahwa Shuhuf sebagai "Kitab-kitab Ibrahim dan Musa".[1].[2]

Pandangan Al Qur'an

Dalam Al Qur'an, Allah SWT menjelaskan mengenai rangkuman isi dari shuhuf Ibrahim dan Shuhuf Musa. Firman Allah SWT:

Oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat.
Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran.
Dan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya,
(yaitu) Orang yang akan memasuki api yang besar (Neraka),
Selanjutya dia disana tidak mati dan tidak hidup.
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),
Dan megingat nama Tuhannya, lalu dia shalat.
Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia;
Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,-
(yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.

— Al Qur'an (Surah Al-Ala), Ayat 9-19[3]

Dalam bagian Al Qur'an yang lain, tepatnya dalam Surah An-Najm juga menjelaskan mengenai Shuhuf Ibrahim dan Musa :

Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?
Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain;
Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya;
Dan sesungguhnya usaha mereka akan diperlihatkan (kepadanya):
Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna;
Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu);
Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis;
Dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan.
Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,
Dari air mani, apabila dipancarkan;
Dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati).
Dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.
Dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra.
Dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum Ād dahulu kala,
dan kaum Tsamud, tidak seorangpun yang ditinggalkan-Nya.<brDan kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka,
Dan prahara angin yang telah meruntuhkan ( Sodom dan Gomorrah).
Lalu menimbuni negeri itu dengan (puing-puing) yang menimpanya.
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu
Yang dekat (hari kiamat) telah makin mendekat;
Tidak ada yang dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Dan kamu tertawakan dan tidak menangis?
Maka bersujudlah kepada Allah, dan sembahlah (Dia)!

— Al Qur'an (Surah An-Najm), ayat 36-62[4]

Identifikasi

Beberapa kalangan[siapa?] menduga bahwa Kitab-kitab Ibrahim dan Musa merujuk pada kitab Taurat atau tulisan-tulisan lain yang dimiliki Nabi Musa. Tetapi dalam kepercayaan Islam kitab Taurat tentu sangat berbeda dengan kitab atau tulisan-tulisan yang lain[siapa?] yang didasari oleh pendapat seorang penafsir Al Qur'an Abdullah Yusuf Ali

Dalam pemakaiannya, umat Muslim sudah tidak lagi memakai Shuhuf Musa sebagai pedoman hidup, juga tidak memakai kitab terdahulu atau sesudahnya seperti Kitab Taurat, Zabur, Injil, ataupun Shuhuf Syits dan Ibrahim .[5]

Lihat pula


Referensi

  1. A-Z of Prophets in Islam and Judaism, B. M. Wheeler, Abraham
  2. Tafsir and Commentary on 87: 18-19 & 53: 36-37, Abdullah Yusuf Ali and Muhammad Asad
  3. Qur'an 87:9-19
  4. Qur'an 53:36-62
  5. Friedmann (2003), p. 35